Ahlan wa sahlan

SELAMAT DATANG DI DINAMIKA UMAT

“MODEL SEKOLAH BERSIH TANPA CLEANING SERVICE”

 SD – SMP – SMA ISLAM TERPADU DAN PROGRAM TAHFIZH  Dinamika Umat

Bukit Dinamika Umat, Telaga Kahuripan Bogor-Jawa Barat Indonesia
Telp: (0251) 8210180
Email: dinamika.umat@yahoo.co.id Facebook : Dinamika Umat

  Model Sekolah Bersih Tanpa Cleaning Service  – Video Kami di Republika Online

MENGETUK PINTU SURGA
Karya : Dr.H.Hasan Basri Tanjung, MA.
Sungguh, relung hati orang beriman diliputi rasa syukur dan haru menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H. Ungkapan tulus pun terucap, “Marhaban Yaa Ramadhan” (selamat datang Ramadhan).
Manakala Ramadhan tiba, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh, telah datang pada kalian bulan penuh berkah, Allah mewajibkan kamu berpuasa. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Ada suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak beroleh kebaikannya, maka ia tidak akan mendapat itu buat selamanya” (HR Ahmad).
Sejatinya, pintu-pintu surga itu hanya dibuka bagi orang yang ingin memasukinya. Kita bisa mengetuknya dengan empat amal saleh, yakni:
Pertama, afsyuu as-salaam (menebar kedamaian). Islam agama damai yang membawa rahmat bagi alam (QS al-Anbiya [21]: 107). Siapa saja yang menjalankannya dengan benar, akan selamat di dunia dan akhirat. Seorang Muslim wajib menebar islam yang damai, baik pada sikap, ucapan maupun perbuatan. Tidak akan masuk surga seseorang jika tetangga tidak merasa aman dari gangguannya (HR Ahmad).
Kedua, ath’imuu ath-tha’aam (memberi makan orang lapar). Orang yang berpuasa akan merasakan lapar dan dahaga. Sementara, banyak orang lapar bukan karena puasa, tapi sebab ketiadaan. Akal pikiran mereka juga lapar karena tidak mendapat pendidikan.
Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, mereka adalah orang miskin, anak yatim dan para tawanan yang tipis sekali harapan akan dapat membalas budi di hari depan (QS al-Insan [76): 8-12).
Ketiga, shiluu al-arhaam (menjalin kasih sayang). Manusia tempat salah dan lupa. Kadang kita yang salah dan tidak jarang pula orang lain bersalah. Itulah penyebab perselisihan dan terputusnya silaturahim. Kita disuruh menyambung tali kasih yang putus, agar meluaskan jalan rezeki.
Keempat, shalluu wa an-annas niyam (shalat sewaktu orang lain tidur). Shalat sunah yang paling tinggi nilai adalah tahajud. Inilah amalan orang-orang saleh sejak dahulu hingga akhir zaman yang berbuah kemuliaan (QS al-Isra [17]: 79). Kebiasaan bangun di pengujung malam adalah karunia yang sangat berharga. Berbisik ke bumi tapi terdengar oleh penghuni langit lalu mendoakannya.
Tiga yang pertama dari empat amal saleh di atas adalah ibadah sosial dan satu yang terakhir sebagai ibadah ritual. Artinya, ibadah sosial sedemikan penting untuk mengetuk pintu-pintu surga. Sebaliknya, pintu neraka akan terbuka ketika terjadi kezaliman pada interaksi sosial dan natural. Kelak, pahala ibadah ritual yang melimpah pun tidak akan cukup untuk menutupi keburukan atau dosa sosial selama di dunia (HR Muslim).
Akhirnya, jika telah usai menunaikan ibadah sosial, maka bersegeralah sujud ke hadapan Sang Pemilik semesta alam. InsyaAllah, amal kebajikan selama dan sesudah Ramadhan akan mengetuk pintu surga. Allahu a’lam bish-shawab. –repost republika online kolom hikmah–