Empat Puncak Keimanan

 

 

 

 

 

Dr. H. Hasan Basri Tanjung, MA.

(Ketua Yayasan Dinamika Umat/Dosen UIKA Bogor)

 ***

”Islam itu sesuatu yang nampak, sedang iman itu ada dalam hati”. Anas berkata, ’Lalu beliau menunjuk ke dadanya dengan tangan sebanyak tiga kali’. Kemudian Beliau bersabda, ”Takwa itu ada di sini, takwa itu ada di sini” (HR. Ahmad).

 Mukaddimah

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah wa ’ala alihi wa ash-habi wa man waalah. Senantiasa, kesyukuran kita yang dalam atas segala karunia yang diberikan ke Hadirat Ilahi Allah SWT. Kepada kita, terutama nikmat iman, islam dan sehat wal afiat. Lantunan shalawat beriring salam dan keberkahan senantiasa disanjungkan kepada uswah wal qudwah, habibana wa mawlana Muhammad SAW.  Setiap masa selalu ada pencerah umat dengan petuah menyinari kalbu yang mulai redup, iman yang mulai lemah, sabar yang mulai menipis dan syukur yang semakin pudar. Para ulama selalu berusaha menjadi sinar yang menerangi gelap kehidupan agar tidak sesat dalam perjalanan menuju Allah. Tulisan ringkas ini pun merupakan butir-butir hikmah dari ulama ternama yang dikenal luas di tengah masyarakat dunia agar menjadi pedoman dan pegangan dalam menjalani kehidupan.

Pilar dan Puncak Keimanan

Syaikh Nawawi Al-Bantani (1813-1897) seorang ulama kenamaan Indonesia yang menjadi guru besar di Masjidil Haram Makkah dalam Kitab Nashaaihul ’Ibad yang monumental, menjelaskan pilar dan puncak iman dalam kehidupan seorang hamba yang beriman. Beliau menyebut dua istilah penting yakni sya’aair (pilar-pilar) dan dzarwah (puncak). Keduanya tidak bisa dipisahkan, sebab yang satu menjadi batang pohon yang berdiri kokoh dan yang kedua adalah buahnya yang tampak dan bisa dinikmati banyak orang sebagai wujud kesempurnaan iman yang menghujam.

Beliau berkata, ”Sebagian ahli hikmah meriwayatkan bahwa panji-panji keimanan itu ada 4 (empat) yakni  at-taqwa (takwa), al-haya` (malu), asy-syukru (syukur) dan ash-shabru (sabar)”. Ketakwaan yang tumbuh di atas pondasi iman (tauhid) merupakan sikap batin orang beriman yang menumbuhkan kehati-hatian dan kesadaran akan kemahahadiran Allah SWT. dalam kehidupan. Kesadaran tersebut  melahirkan perilaku taat dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Sikap takwa akan semakin berdampak sosial di tengah masyarakat jika disertai rasa malu, baik secara individual, sosial maupun natural (alam). Ketika rasa malu sudah hilang maka manusia akan melakukan perbuatan yang nista (biadab) melebihi binatang, baik terhadap manusia maupun lingkungan. Nabi SAW. bersabda, ”Jika kalian tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesuka hatimu” (HR. Ahmad).

Sikap takwa dan malu pun tidak akan bermakna dan menjadi penggerak dalam membentuk pribadi muslim yang mulia jika tidak dihiasi dengan rasa syukur dan sabar. Kesyukuran tampak ketika mendapat kenikmatan dengan menggunakannya secara maksimal dalam pemberdayaan keluarga, umat dan dakwah. Kesabaran pun terlihat ketika menghadapi penderitaan atau kesulitan dengan tabah dan gagah, dan tidak berhenti melakukan perubahan diri menjadi lebih baik. Iman yang kuat pasti akan melahirkan rasa syukur dan sabar dalam sikap dan perilaku keseharian. Keduanya sama penting dan menjadi perisai hidup yang utama. Pesan Nabi SAW., bahwa pribadi mukmin itu sungguh menakjubkan, ketika diberi nikmat ia bersyukur dan ditimpa derita ia bersabar, sebab keduanya adalah kebaikan (HR. Muslim).

Setelah menjelaskan pilar-pilar keimanan, kemudian Syaikh Nawawi mengutip riwayat Abu Nu’aim dari Nabi SAW., bahwa dzarwatul iimaan (puncak keimanan) ada 4 (empat) perkara yakni ash-shabru lil hukmi (sabar atas hukum Allah), wa ar-ridha bil qadari (ridha atas takdir Allah) wa al-ikhlas littawakkuli (ikhlas menyandarkan diri kepada Allah), wal istislamu lir-rabbi (pasrah diri hanya kepada Allah).

Pertama, sabar atas hukum Allah yakni keteguhan hati dalam menjalankan ketentuan hukum Allah meskipun berat atau ketika tidak mampu memenuhi ketentuan sehingga  dikenai hukuman. Setiap kewajiban yang diperintahkan harus dijalankan meskipun tidak disukai atau berat. Namun, jika tidak dipenuhi atau dilanggar maka harus pula sabar menerima hukuman atau sanksi sebagai konsekwensi keimanan.  Kepahitan seringkali berbuah kemanisan, jika dihadapi dengan sabar yang baik (QS. Al-Ma’arij[70]: 5).

Kedua, ridha atas takdir Allah yakni kesadaran penuh bahwa pada hakikatnya tidak ada takdir Allah yang buruk menimpa manusia, walaupun kenyataannya pahit atau bukan yang diharapkan. Takdir adalah keputusan akhir yang sudah final diluar kemampuan manusia setelah ikhtiar maksimal dan tak bisa lagi dihindarkan. Keridhaan terhadap takdir merupakan pokok keimanan (rukun iman), baik takdir yang baik maupun buruk. Boleh jadi kita membenci sesuatu tapi baik adanya. Sebaliknya, kita menyukai sesuatu ternyata buruk akibatnya. Sikap husnudz-dzann kepada Allah adalah kemestian (QS. Al-Baqaah[2]: 216).

Ketiga, ikhlas dalam menyandarkan diri yakni ketika ikhtiar sekuat tenaga dan pikiran  sudah dilakukan, jalan darat  dan langit pun sudah disempurnakan untuk meraih pencapaian, maka tiada jalan lagi yang bisa ditempuh selain bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT. Tentu, bukan keterpaksaan tetapi didasari keikhlasan semata berharap pertolongan Allah SWT. Lalu, apapun keputusan atau hasil yang diapatkan, maka itulah yang terbaik. Sebab, apa pun yang datang dari Allah SWT. pasti baik, dan apa pun yang buruk pasti datang dari manusia (QS. Ath-Thalaq[65]: 3).

Keempat, pasrah diri kepada Allah, yakni menyerah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Sebab, tidak ada yang lebih baik keputusannya selain apa yang berasal dari-Nya. Allah tidak akan menimpakan beban diluar kemampuan manusia, dan tidak pula akan menakdirkan sesuatu yang buruk kepada hamba-Nya. Puncak dari keimanan adalah pasrah dan berserah diri atas apa pun yang terjadi, meskipun sangat sulit dan berat. Sebab ia yakin, bahwa semua yang berasal dari Allah pasti baik dan tidak mungkin berlaku dzalim (QS. Yunus[10] :44).

 Khatimah

Keyakinan (akidah tauhid) yang dibungkus iman bersemayam dalam lubuk kalbu seorang mukmin. Lalu, berdiri kokoh di atasnya pilar keimanan yakni takwa, malu, syukur dan sabar. Keempat pilar iman tersebut akan menjalani proses dan tantangan yang membuatnya semakin kuat atau lemah. Jika ia semakin kuat menyikapi berbagai ujian maka puncaknya akan lahir sikap batin yang tegar dan mantab  yakni sabar atas hukum Allah, ridha atas ketentuan Allah, ikhlas  bersandar kepada Allah dan memasrahk diri sepenuhnya kepada Allah. Allahu a’lam bish-shawab.

 

 

Petuah

 

 

”Perkara seorang mukmin sangat mengagumkan. Segala apa yang terjadi itu terbaik untuknya. Dan hal itu tidak akan pernah didapatkan oleh seseorang kecuali pada diri seorang mukmin. Bilamana ia mendapatkan kenikmatan senantiasa ia bersyukur, dan itu baik baginya. Bilamana ia tertimpa musibah, senantiasa ia bersabar dan itu baik baginya”. (HR. Muslim).

Pengembangan

 WAKAF ASRAMA SANTRI

Alhamdulillah, wakaf hotmix jalan masuk Bukit Dinamika Umat sudah terkumpul dari semua guru dan karyawan, orang tua murid dan donatur. Begitu pun conblok daari Ananda Mubarak, Seiha dan Safira, sehingga halaman parki SD semakin rapi dan indah. Ketika memasuki gerbang terasa lebih nyaman dan aman. Semoga wakaf yang kita sisihkan menjadi pembuka rezeki dan keberkahan aamiin.

Sementara itu, pembangunan Asrama Putra Pesantren Dinamika Umat masih terus berjalan. Ruangan kamar yang lama sudah dipasang tiang penyangga agar dinding bisa dibongkar dan dijadikan aula tempat makan dan belajar santri.     Nabi Muhammad SAW. bersabda, “Apabila meninggal anak adam maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang manfaat dan doa anak saleh” (HR. Muslim).

Kami ajak orang tua murid dan muhsinin berwakaf melalui Rekening Yayasan atau QRIS yang tertera di lembar akhir Buletin ini. Semoga menjadi amal jariyah yang mengalir abadi sampai ke surga aamiin.

 

Berbagi

 

 Sedekah untuk Santri

Sejak semula, Yayasan membantu biaya pendidikan santri yatim dan dhuafa. Sementara untuk biaya makan masih ditanggung oleh keluarga, agar beban Yayasan tidak terlalu berat. Meskipun hanya dikenakan dalam jumlah kecil, namun seringkali mereka tidak dapat memenuhi dengan baik. Penghimpinan dana zakat, infak dan sedekah terus dilakukan, baik kepada orang tua murid maupun jamaah atau masyarakat.  Sebanyak 80 % santri adalah yatim dan dhuafa yang selama ini dibina oleh Yayasan dengan dukungan semua pegawai, orang tua murid dan donatur.  Oleh karenanya, sedekah konsumsi untuk santri terus disiarkan agar kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi.

Saat ini, santri yang tinggal di asrama sebanyak 38 orang (beasiswa 31 orang, dan reguler 7 orang). Bagi muhsinin yang hendak berinfak dana, beras dan lauk dapat transfer ke rekening Yayasan yang tertera di akhir buletin ini.  Terima kasih kepada orang tua didik yang konsisten di jalan kebaikan ini. Laporan dana ZIS terlampir di lembar akhir. Semoga rezeki semakin bertambah berkah dan melimpah ruah aamiin.  ****

 

Syukron Lakum

 

 Terima kasih kepada Bapak/Ibu : 

  1. Ibu Adminah, Ibu Suhayati, Ibu Erna, atas infak rutin berupa  makanan, minuman dan Takjil untuk pembimbing dan Anak didik Asrama
  2. Bapak Maddana Ayah dari Utadzah Laras atas kiriman 2 karung beras, paket roti, makanan dan minuman untuk Anak didik Asrama
  3. Ibu Euis Tresna atas kiriman 50 Nasi bungkus untuk pembimbing dan Anak didik Asrama
  4. Yayasan & Orangtua Murid SIT Dinamika Umat atas infaq donasi sebesar Rp 7.500.000,- untuk saudara kita yang terkena bencana di daerah Sumatera, dan donasi telah sudah di salurkan melalui UPZ UIKA Bogor

INFAQ JUMAT BERKAH BULAN NOPEMBER 2025

No Saldo Oktober 2025 RP  12.375.000
Pemasukan Nopember 2025
1 Hideo Ahmad Tabaarak Rp    50.000
2 Akio Ahmad Mumtaz Rp    50.000
3 Aisha Narumi Rp    50.000
4 Hazza Azzam Rp    50.000
Saldo Nopember 2025 RP  12.575.000

 

LAPORAN PENERIMAAN WAKAF HOTMIX
YAYASAN DINAMIKA UMAT
Tahun Ajaran 2025/2026
NO JENIS PEMASUKAN  BESARAN
1 Orangtua Murid TK  Rp                   600.000
2 Orangtua Murid SD  Rp                3.330.000
3 Orangtua Murid SMP  Rp                1.590.000
4 Pegawai SIT  Rp                5.150.000
5 Bapak Tongku Amalan Tanjung (Alm)  Rp                   500.000
6 Ibu Zahara Siregar (Almh)  Rp                   500.000
7 Ibu Hj Fatimah S Hasan & Hj Siti Ayibah  Rp                   500.000
8 Bapak . Sigit Noerwibowo  Rp                   500.000
9 Bapak Riad Umar  55 Meter Conblok
10 Bapak H. Cecep Marona  Rp                1.000.000
TOTAL PENERIMAAN  Rp             13.670.000
PENGELUARAN  Rp             25.000.000
SALDO -Rp             11.330.000
Catatan:
Kekurangan Dana diambil dari Operasional Yayasan

 

 

Salam Dinamika  

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Para Pembaca Yang Baik.

Bismillah wal hamdulillah. Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas limpahan karunia yang tak terhingga, terutama nikmat iman, Islam dan sehat wal afiat.  Shalawat beriring salam dan berkah, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan teladan umat manusia Nabi Muhammad SAW.

Pada edisi ke- 219 kali ini, kami sajikan tulisan berjudul “Pilar dan Puncak Keimanan”.  Tulisan ini mengulas tentang pilar atau tiang dan buah keimanan dari Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Nashaaihul ‘Ibad. Uraian singkat ini perlu dipahami agar menjadi penguat iman yang tertanam dalam hati dan berupaya mewujudkannya dalam perilaku keseharian. Tulisan-tulisan lain dapat diunggah di kolom Hikmah Republika.id, website : www.dinamikaumat.com/FB Dinamika Umat. Sila di-share agar dakwah semakin meluas dan menjauh ke punjuru dunia. Kami kabarkan pula kegiatan Sekolah dan Pesantren Dinamika Umat, SB Tanpa CS.

Terima kasih dan teriring doa, semoga Allah SWT. melimpahkan keberkahan rezeki kepada para muhsinin yang telah mendukung perjuangan membina umat aamiin.  Adapun laporan pengelolaan dana ZISWAF tertera dilembar akhir Buletin ini.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb. Horas !

 Redaksi  

Laporan Keuangan

      MASJID DINAMIKA UMAT

----------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------

  1. Saldo per tgl. 31-10-2025 /09 Jumadil Awal 1447 H Rp. 80.960.100 (Delapan Puluh Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Ribu Seratus Rupiah)
  2. Penerimaan
  3. Kotak Infak Masjid DU               : Rp. 0,-
  4. Infak Jumat SMP-SMA                           : Rp. 280.000,-
  5. Infak Jumat TK-SD : Rp. 2.713.500,-
  6. Hamba Allah : Rp. 0,-

_____________________________________

              Jumlah                : Rp 2.993.500,-

_____________________________________

Jumlah A+B                                    : Rp. 83.953.600,-

  1. Pengeluaran :
  2. Honor Ust Pendamping : Rp. 950.000,-
  3. Takjil (Buka Puasa) Santri : Rp. 1.300.000,-

_____________________________________

                                                                             : Rp. 2.250.000,-

 

  1. Saldo per tgl. 30-11-2025 /09 Jumadil Akhir 1447 H Rp. 81.703.600,- Delapan Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top